Jaro Dulhani, S.Sos Mmbubuhkan tandatangan dalam lembar pengesahan peta partisipatif Kasepuhan CibaraniSetelah melalui diskusi yang cukup panjang dan alot, proses verifikasi pemetaan partisipatif wilayah Kasepuhan Cibarani dan Desa Cibarani telah selesai dan disetujui oleh seluruh pihak dengan terbuka pada Jum’at (18/9/2015) di Rumah Kepala Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibarani Kabupaten Lebak, Banten.

Proses tersebut difasilitasi Camat Cibarani, Rimbawan Muda Indonesia (RMI) Bogor, Kepala Desa serta tokoh masyarakat dari dua belah pihak.

Camat Cibarani, RMI serta tokoh lainnya sedang meninjau lokasi batas desa“Tahapan ini sesuai dalam Standar Operasional (SOP) Pemetaan Partisipatif. Jika ada hambatan, protes, beda pendapat itu wajar saja terjadi, berarti proses tersebut dilakukan dengan benar” ujar Sahdi Sutisna, Staf Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Rimbawan Muda Indonesia.

aji panjalu jelaskan hasil peta kepada Kades Cibarani dsn Anggota BabinkamtibmasSesi pertama kegiatan verifikasi pemetaan partisipatif ini dilaksanakan pada Kamis pagi (17/9/2015) di Rumah Kasepuhan Cibarani. Kegiatan ini untuk memverifikasi peta batas kasepuhan dan batas desa administratif yang dihadiri oleh perwakilan Kasepuhan Cisaat, Kasepuhan Jamrut, Kepala Desa Kanekes dan Kepala Desa Wangunjaya, dan unsur muspika Kecamatan Cirinten.Sedangkan untuk perwakilan Desa Karangnunggal, Desa Cirinten dan Camat Cirinten tidak hadir pada sesi ini karena ada kegiatan di Kecamatan.

Dalam sesi ini, seluruh perwakilan kasepuhan dan desa yang hadir menerima hasil pemetaan tersebut dengan menyepakati juga titik batas wilayah kasepuhan dan desa masing-masing dan diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan lembar pengesahan peta.

Sesi kedua, dilaksanakan pada Kamis (17/9/2015) malam di Rumah dinas Camat Cirinten yang dihadiri oleh Camat Cirinten, Kepala Desa Karangnunggal, Kepala Desa Cirinten dan Kepala Desa Cibarani serta tokoh masyarakat dari desa masing-masing.

pengecekkan data lapanganSesi ini diwarnai ajuan keberatan/klarifikasi dari Kades karangnunggal terkait batas desa Karangnunggal dan Desa Cibarani. Alotnya diskusi tersebut disebabkan terjadinya perbedaan persepsi dalam penataan  batas desa antara desa induk yakni Desa Karangnunggal dan desa pemekaran, yakni Desa Cibarani pada Desember 2009 lalu. Namun hingga saat ini masih belum ada penataan batas dan kesepahaman diantara keduanya, sehingga menimbukan multi tafsir.

Namun, dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan, akhirnya kesalahpahaman tersebut dapat diatasi berkat kerjasama yang harmonis antar semua pihak  melalui pengecekkan ulang batas desa ke lapangan yang  dilaksanakan hari Jum’at (18/9/2015) pagi.

Setelah dilakukan pengecekkan lapangan, akhirnya dicapai kata mufakat ddan seluruh pihak bersedia untuk menandatangani berita acara penentuan titik batas serta penandatangan pengesahan peta.

“Akhirnya, dengan memanjatkan syukur kepada Allah Swt,  semua proses panjang pemetaan partisipatif ini telah selesai dan mendapatkan persetujuan semua pihak” ujar Jaro Dulhani, Kepala Desa Cibarani.

“Atas ini, kami haturkan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat sehingga proses pemetaan ini telah berjalan dengan lancar. Semoga kita semua dapat memetik hikmah dari semua hal yang telah kita lakukan” pungkasnya.