Tim Pemetaan Partisipatif Desa Cibarani

Tim Pemetaan Partisipatif Desa Cibarani

Dalam menghadapi implementasi Undang-undang Desa No. 6 tahun 2014, Pemerintah Desa Cibarani melakukan kegiatan pemetaan partisipatif yang meliputi wilayah desa dan Kasepuhan Cibarani, Kecamatan Cirinten Kabupaten Lebak pada 10 Juni 2015 lalu.

Pemetaan partisipatif dilakukan sebagai upaya untuk melakukan tata batas wilayah desa, penggunaan lahan dan peta potensi desa, serta pemetaan wilayah Kasepuhan Cibarani.

Dulhani, S.Sos

Dulhani, S.Sos

Menurut Kepala Desa Cibarani, Dulhani, S.Sos, menyatakan pemetaan ini bertujuan untuk melihat secara jelas batas-batas wilayah desa dan kasepuhan secara utuh dan terbuka sehingga dapat ditindaklanjuti dengan perencanaan pembangunan perdesaan.

“Perencanaan pembangunan perdesaan harus dimulai dari pemetaan desa, baik itu potensi, wilayah serta sumberdaya lainnya” ujarnya.

“Pemetaan ini meliputi peta wilayah desa dan Kasepuhan, sumber potensi produksi pertanian dan sumberdaya alam lainnya, peta penggunaan lahan meliputi hutn konservasi, hutan garapan dan sarana pertanian, peta situs dan sarana publik”.

Metode pemetaan  ini dilakukan secara partisipatif yang melibatkan unsur pemerintah desa dan masyarakat lainnya yang bekerja secara gotong royong dengan menggunakan alat GPS Garmin 78’s dan Garmin 62’s. Tahapan pemetaan ini telah menyesuaikan dengan SOP Pemetaan partisipatif diantaranya, sosialisasi, pelatihan, verifikasi dan pengesahan peta.

“Kami juga melibatkan pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Rimbawan Muda Indonesia (RMI) Bogor yang lebih ahli dalam melakukan pemetaan. Mereka kami libatkan dalam melakukan pelatihan dan pendampingan dalam melakukan pemetaan ini, sementara petugas pemetaan sepenuhnya melibatkan masyarakat” tambah Jaro.